Trading dan kegagalan
You can be free. You can live and work anywhere in the world. You can be independent from routine and not answer to anybody. This is the life of a successful trader. Many aspire to this but few succeed. An amateur looks at a quote screen and sees millions of dollars sparkle in front of his face. He reaches for the money - and loses. He reaches again - and loses more. Traders lose because the game is hard, or out of ignorance, or lack of discipline or because of both. - ALEXANDER ELDER
Jika membaca apa yang ditulis oleh alexander elder maka saya teringat dengan masa lalu saya ketika saya menjadi seorang trader yang bodoh.Ketika itu saya tertarik dengan peluang berinvestasi di sebuah perusahaan sekuritas dan perusahaan pialang berjangka.
Secara ekonomi, saya sebagai pengusaha di bidang kontraktor sudah sangat sukses, dan sudah dalam skala yang mapan,namun bayangan bahwa keuntungan di bidang trading mampu diraih secara sangat cepat membuat saya tidak berpikir 2x untuk secara menginvestasikan uang saya sebesar 15 milyard rupiah di investasi saham,forex,index,dan gold.
Ternyata apa yang saya investasikan menguap sia sia,15 milyard habis dalam waktu 1 bulan,bahkan dari total inject dana yang saya tambahkan di perusahaan sekuritas dan pialang berjangka sudah lebih dari 40 an milyard habis hanya dalam waktu 2 bulan pertama.
Habisnya uang saya tidak lepas dari cara saya trading,karena saya trading seperti seorang penjudi,dan saya hanya mengikuti feeling saya kapan saya mau beli dan jual.Siaran cnbc, koran,dan berita di internet bagi saya cuma sekedar
gambar dan tulisan yang asal lewat.Saya lebih percaya feeling saya daripada omongan penyiar,analis,dan riset.
Mengapa saya percaya dengan feeling saya?ya logika saja,kalau memang analis,dan riset itu hebat dan pinter dalam melakukan analisa dan prediksi kok saya lebih kaya dibandingkan mereka?Kenapa mereka tidak trading aja sendiri sesuai analisa dan prediksi mereka?
Ternyata saya salah besar di dalam menilai para analis dan riset,akibatnya habis sudah uang saya senilai 40 an milyar dalam 2 bulan,seandainya saja saya tidak sombong dan mau membuka hati,mata,dan telinga ini untuk mendengar dan meresapi apa yang disarankan serta disampaikan oleh riset dan analis,tentu saja tidak akan menderita kerugian sedemikian besarnya.
To be continue.....
by Adek Krishna
VP Development Trend-traders
Belum ada komentar. Jadilah komentator pertama!